Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Off duty safety

Written by Admin

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kecelakaan bersepeda motor dapat saja terjadi dikarenakan sepeda motor yang digunakan tidak dalam kondisi prima saat digunakan, kegagalan fungsi rem sehingga pengereman tidak dapat dilakukan sempurna, lampu sign/turn light yang tidak berfungsi saat akan menyalip atau berbelok sehingga membingungkan kendaraan lain dibelakang atau yang berlawanan arah. Hal-hal ini tentunya memberikan resiko terhadap keselamatan pengendara, penumpang (jika ada) serta

pengguna lalu lintas lainnya dan dapat berujung kepada kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kegagalan fungsi/kerusakan alat saat digunakan dalam perjalanan tentunya akan membuat suatu kesulitan tersendiri bagi pengendara. Ia harus mencari bengkel yang belum tentu ada dilokasi kejadian ataupun produktivitas kita sebagai pekerja akan menurun.
Untuk mengantisipasi hal-hal ini, dapat kita lakukan suatu pemeriksaan pra-penggunaan (pre-use inspection) sesaat sebelum sepeda motor digunakan.  Keuntungannya adalah mengetahui sedini mungkin kondisi sepeda motor untuk layak digunakan atau tidak serta bagi pengguna sepeda motor yang meminjam motor orang lain akan mengetahui kondisi motor yang dipinjamnya. Pemeriksaan ini dapat dilakukan 5-10 menit sebelum melakukan perjalanan, beberapa hal yang dilakukan pemeriksaan berupa:

  1. Ban. Periksalah kondisi fisik ban,  tekanan (kurang atau lebih), tapak ban (tipis atau masih cukup tebal).
  2. Jari-jari dan pelek. Periksa terhadap kemungkinan bengkok, longgar atau retak.
  3. Kendali. Misalnya rem tangan dan gas, apakah dengan mudah dicengkram/diputar dan kembali lagi saat dilepaskan).
  4. Kabel/tali. Periksa terhadap kemungkinan kabel/tali putus, misalnya tali rem dan gas. Hal ini berbahaya kalau sampai putus saat digunakan dalam perjalanan.
  5. Lampu. Periksa lampu depan, besar, rem dan sign. Lampu ini penting untuk berfungsi baik karena kondisi malam, ataupun untuk komunikasi dengan pengendara lain saat akan berbelok, melakukan pengereman, menyalip atau memberikan izin pengendara lain untuk menyalip.
  6. Klakson. Periksa kondisi klakson yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan kendaraan lain.
  7. Rantai. Periksa terhadap faktor keausan, lubrikasi. Lihat buku manual kendaraan jika diperlukan untuk kepastian penyesuaiannya.
  8. Spion. Alat ini berfungsi untuk mengurangi blind spot saat berkendaraan, pastikan spion dapat di sesuaikan dengan kebutuhan serta dalam kondisi bening.
  9. Bahan bakar dan pelumasan. Pastikan motor yang kita gunakan cukup bahan bakarnya, minimal sampai ke SPBU terdekat dan memiliki pelumasan yang cukup.

Bagian-bagian diatas merupakan contoh saja, teman-teman dapat saja merubah, menambah jenis bagian yang diperiksa.  Jenis-jenisnya tentunya disesuaikan dengan tipe sepeda motor yang akan digunakan.
Dengan melakukan kegiatan pemeriksaan pra penggunaan, kita sebagai pengguna akan memiliki 2 manfaat, yaitu mengetahui dengan jelas kondisi kendaraan sebelum dipakai, serta jika dalam kondisi tidak aman maka dapat merencanakan untuk kebengkel terdekat dan memberikan informasi kepada rekan yang akan dituju perihal kemungkinan lamanya keterlambatan karena perbaikan kendaraan.

Add comment


Security code
Refresh

Category: