Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Manajemen K3

Written by Admin

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Dalam beberapa kegiatan HSE, interview atau wawancara merupakan salah satu metode yang tepat untuk mengumpulkan informasi penting bagi perbaikan berkelanjutan. Beberapa kegiatan yang yang menggunakan interview antara lain inspeksi berkala/komite K3, kunjungan manajemen, investigasi kecelakaan, audit oleh client misalnya

Contractor safety management system/CSMS atau juga audit OHSAS 18001 dan ISO 14001.
Penting sekali bagi para pelaksana kegiatan tersebut untuk melakukan wawancara yang efektif, efesien sehingga mendapatkan informasi dan data yang akurat untuk perbaikan tanpa merasa orang yang diwawancara merasa aktifitas tersebut akan memberikan dampak negatif pada dirinya atau organisasi yang sedang diaudit. Beberapa tips yang dapat digunakan dalam wawancara agar mendapatkan tanggapan positif dari orang yang diwawancarai berupa.

 

  1. Buatlah orang yang diwawancari merasa nyaman. Cobalah lakukan secara informal, ketahui lebih dahulu latar belakang, jabatan, tugas dan tanggung jawab orang tersebut. Buatlah tahap awal wawancara dengan akrab dan bersahabat. Hal ini akan melancarkan wawancara lanjutan dan pertanyaan inti yang sudah disiapkan.
  2. Sikap terbuka. Berilah informasi yang cukup kepada pihak yang diwawancarai mengenai tujuan dari interview,misalnya untuk tujuan mencari root cause dan perbaikan dalam suatu incident, mengetahui sejauh mana implementasi OHSAS, atau untuk mengetahui hazard control yang dilakukan saat worksite inspection. Selain itu  terangkan  apa tugas kita sebagai orang yang mewawancarai.
  3. Tetap fokus terhadap tujuan. Maksud dari interview adalah untuk membuka dan memelihara komunikasi dengan orang yang tepat dalam hal informasi mengenai suatu kondisi. Jaga wawancara dan jawaban tetap dalam tujuan dan jaga kemungkinan dari berubahnya pembicaraan.
  4. Tenang dan tidak terburu-buru. Ketika kita dalam kondisi gelisah atau terburu-buru dalam suatu interview, maka kita akan memberikan kesan yang tidak tepat terhadap orang yang kita wawancarai. Kita tidak bisa mengharapkan mendapat informasi berguna dari orang yang kita wawancarai. Ada baiknya wawancara disiapkan jadwal yang fleksibel, matikan alat komunikasi sehingga kita akan tetap fokus terhadap tujuan wawancara.
  5. Menjadi pendengar yang aktif. Berikan kesempatan oarang yang diwawancara untuk berbicara, banyak fakta bahkan informasi informal yang akan kita dapat darinya. Hindari anda memotong pembicaraan atau membicarakan persepsi kita tentang informasi yang disampaikan. Setelah selesai , berikan kesimpulan informasi yang  telah disampaikan kepada kita dan pastikan bahwa kita benar-benar memahami apa yang telah ia ceritakan.
  6. Hindari jawaban” ya” atau “tidak”. Berikan pertanyaan terbuka sehingga informasi akan tergali dan terbuka untuk pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Namun demikian hindari pertanyaan mengarahkan, hal itu akan membuat orang yang diwawancarai menjadi tidak nyaman dan gagal mendapatkan informasi yang objektif.
  7. Catat setiap informasi penting. Lakukan pencatatan setiap informasi penting misalnya nama dokumen, spesifikasi alat ataupun data lainnya, berikan kesempatan kepada pihak yang diwawancarai untuk membacanya agar memastikan catatan tersebut benar.
  8. Berikan ucapan terima kasih, apresiasi positif atas kontribusinya memberikan informasi. Berikan informasi kapan laporan akan disampaikan, berikan  nomer telpon atau email anda kepada orang yang diwawancari untuk menjaga kemungkinan adanya informasi susulan yang akan dberikan.

      
Semoga dengan tip-tip diatas, wawancara aktifitas site inspection, audit ataupun incident investigation dapat menggali informasi mendalam sehingga mendapatkan informasi dan data yang akurat untuk perbaikan dalam dalam system atau implementasi HSE.

Add comment


Security code
Refresh

Category: