Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Manajemen K3

Written by Admin

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pengelolaan resiko tinggi di area kerja yang dilakukan baik dari prosedur kerja, hazard analysis merupakan wajib dilakukan dalam setiap proses kerja. Bagaimana jika kedua hal tersebut gagal untuk mencegah terjadinya kecelakaan

atau bencana???ibagaimana kita mengelola/menurunkan tingkat keparahan yang telah terjadi? Untuk hal ini tentunya kawan-kawan sudah menyiapkan emergency response plan atau bisa  disebut rencana tanggap darurat.

Sebagai pembanding buat kawan-kawan dalam membuat ataupun mereview emergency response plan, penulis  berbagi mengenai variable-variabel yang perlu dimasukkan dalam rencana tersebut.

  • Identifikasi fasilitas, berupa rute transportasi  bahan-bahan berbahaya dan tempat penyimpanan. Identifikasi ini untuk menentukan titik-titik sumber bencana, sebagai misal, tansportasi dan penyimpanan bahan flammable, phyroporic, cryogenic, compress gas dll.
  • Identifikasi penyebab, besarnya, jenis  kecelakaan, kebakaran, bencana, dll yang signifikan baik di dalam area kerja maupun diluar area yang dapat mengganggu proses atau aktivitas perusahaan (banjir, demonstrasi / huru-hara ) serta cara penanganannya. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi metode penanganan, kebutuhan personnel, alat  sumber daya yang lain untuk penanganan kecelakaan, kebakaran, ledakan dll.
  • Penunjukan coordinator petugas/pelaksana untuk implementasi rencana tanggap darurat. Penunjukan coordinator petugas dan pelaksanan penanganan kondisi darurat agar penanganan sesuai rencana, menggunakan metode dan alat yang tepat serta tetap mengutamakan keselamatan personel.
  • Gambar atau ringkasan cara pemberitahuan ketika terjadinya keadaan darurat. Yaitu tata cara pemberitahuan kepada atasan dan coordinator tanggap darurat agar tidak terjadinya kekacauan di area kerja karena  salah pemberitahuan atau salah persepsi dalam meneruskan informasi kecelakaan/ bencana.

Tidak ada salahnya kita siapkan list pertanyaan untuk merespon pelapor terjadinya kondisi darurat misalnya:
* Apa yang terjadi?
* Dimana terjadi?
* Siapa korbannya?
* Bagaimana terjadi?
* Kapan terjadinya?
* Kenapa bisa terjadi?
Dari data ini coordinator dapat membuat keputusan cepat dan tepat untuk penanganan bencana.

  • Metode verifikasi telah terjadinya bencana, area yang terkena bencana, kemungkinan lokasi lain yang akan terkena serta populasi yang ada. Bagaimana melakukan verifikasi telah terjadinya kecelakaan atau bencana di lokasi kerja. Sebagai missal dengan adanya alarm yang berbunyi, adanya informasi dari control room sumber kebocoran, besarnya konsentrasi yang ada yang terbaca di permanen detector.
  • Informasi mengenai sumberdaya baik dari lingkungan ataupun industry yang memiiliki peralatan untuk membantu penanganan kondisi darurat.
    Informasi penting dari lingkungan maupun industri setempat berupa:
    * Kemampuan rumah sakit untuk menangani tipe-tipe kecelakaan personel.
    * Dinas pemadam terdekat.
    * Alat berat pendukung penanganan kondisi darurat.
    * Kepolisian untuk penanganan huru-hara/demonstrasi.
    * SAR untuk kemungkinan bencana banjir atau force majour lainnya.
    * Daftar perusahaan penyedia alat PPE emergency dan tumpahan bahan kimia untuk. 
  • Rencana evakuasi. Adalah rencana untuk mengurangi dampak kepada personnel celaka,  tidak ikut dalam penanganan bencana,  ataupun karena tidak dimungkinkan penanganan baik disebabkan oleh personnel yang tidak cukup atau meluasnya area bencana.Beberapa yang perlu dipertimbangkan berupa:
    * Titik kumpul untuk identifikasi jumlah personel selamat ataupun yang celaka.
    * Alat transportasi yang digunakan untuk evakuasi korban ke rumah sakit.
  • Program pelatihan bagi petugas tanggap darurat. Program pelatihan dibuat sebagai kebutuhan minimum pengetahuan dan keahlian anggota tim tanggap darurat agar cepat dan tepat dalam penanganannya.
  • Metode dan jadwal latihan keadaan darurat.
    Metode dan jadwal latihan perlu ditentukan untuk menjaga awareness, kesigapan dan menjaga skill yang sudah dimiliki.


Metode latihan bisa saja dilakukan secara terbuka untuk memastikan semua tahapan dilakukan oleh tim.  Secara tertutup untuk mengukur kesigapan tim dalam meresponse kondisi darurat.
Prinsip “Persiapkan yang terbaik untuk mencegah hal yang terburuk terjadi” perlu kita pegang dalam penaganan kondisi darurat,  walaupun kita berharap kondisi darurat jangan pernah terjadi  ditempat kerja.

Add comment


Security code
Refresh

Category: