Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Manajemen K3

Written by Admin

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah tanggung jawab semua pekerja...benarkah???atau tanggung jawabnya orang HSE???suatu saat pertanyaan ini bisa  saja kita lontarkan ke pekerja yang ada ditempat kita.  Bagi manajemen sebuah organisasi yang sudah memiliki komitmen yang tinggi terhadap keselamatan tentunya para pekerja  akan menjawab

dengan pilihan pertama, HSE merupakan tanggung jawab semua pihak. Jawaban tersebut  merupakan refleksi dari  kesuksesan manajemen dalam membentuk para karyawannya    sadar dan perduli terhadap keselamatan kerja.
Salah satu cara yang dapat dilakukan manajemen untuk membentuk  pekerja diseluruh tingkatan tanggung jawab adalah menyiapkan job description yang sesuai dengan posisi masing-masing. Job description tersebut bukan hanya terhadap kualitas dan teknis pekerjaan, tetapi juga menyangkut mengenai keselamatan. Adanya faktor tanggung jawab keselamatan yang wajib dijalankan oleh seorang pekerja tentunya akan membawa konsekwensi untuk dilakukan dalam menuntaskan setiap pekerjaan yang dilakukannya.
Untuk menyiapkan job description setiap jabatan, perlu dilakukan analisa bersama  antara bagian HRD/personalia, HSE dan calon atasan dari pelaksana job description yang akan dibuat. Calon atasan memberikan input berupa keahlian teknik yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, HSE memberikan input mengenai bidang keselamatan yang menjadi tanggung jawabnya, pelatihan keselamatan yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaannya , serta HRD untuk penilaian kinerja serta standard job description untuk setiap level pekerjaan. Sebagai contoh job description untuk tingkat supervisor yang berhubungan dengan keselamatan antara lain:

  1. Menunjukan komitmen, bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan melalui prosedur standar operasi keselamatan.
  2. Aktif mendorong dan mendukung partisipasi pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan secara aman.
  3. Memelihara pengetahuan dan keahlian yang terkini/update untuk mengetahui bahaya di lokasi kerja.
  4. Memastikan program preventive maintenance dilakukan dan adanya bahaya yang ditemukan segera diperbaiki.
  5. Melakukan inspeksi secara berkala untuk mengevaluasi bahaya fisik yang ada.
  6. Ikut serta dalam investigasi kecelakaan untuk mengetahui dan memberikan input pencegahan kecelakaan.
  7. Bertanggung jawab penuh atas keselamatan pekerja di bawah supervisinya.
  8. Konsisten untuk mendorong dilakukannya peraturan dan prosedur keselamatan.
  9. Memastikan pekerja di bawah supervisinya mengetahui apa yang harus dilakukan ketika  terjadi kondisi gawat darurat.
  10. Mencegah adanya pekerjaan yang dilakukan dengan jalan pintas.

Dari poin-poin diatas tentunya jika manajemen melakukannya secara konsisten, semua pekerja akan menjalankan job descriptionnya secara tepat dan pekerjaan dilakukan secara aman. Selain itu bisa saja sebagai penilaian tahunan untuk semua karyawan di setiap level dilakukan pengukuran kinerja seseorang melalui job description ini. HRD akan membuat matrix penilaian kinerja dibidang keselamatan. Sebagai misal untuk level supervisor adalah:

  1. Jumlah dan persentase mengikuti safety meeting.
  2. Jumlah Bahaya yang dilaporkannya.
  3. Jumlah Safety training yang diikutinya.
  4. Jumlah Inspeksi keselamatan yang diikutinya.
  5. Jumlah hazard analysis yang dilakukannya.
  6. Jumlah investigasi kecelakaan yang diikutinya.


Dengan adanya job description yang menyertakan mengenai keselamatan di setiap level tanggung jawab serta adanya pengukuran kinerja, tentunya hal ini akan memberikan tanggung jawab yang jelas terhadap kualitas pekerjaan, keselamatan serta penilaian jenjang karir yang terukur. Secara umum semua pekerja memiliki tanggung jawab keselamatan sesuai dengan job description yang diberikan oleh perusahaannya.


Add comment


Security code
Refresh

Category: