Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Manajemen K3

Written by Admin

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Seperti biasa pagi hari di lokasi akan sangat sibuk, mulai dari persiapan alat, work permit, JSA, maupun alokasi personil. Seperti itulah kegiatan harian di lapangan. Salah satu kegiatan rutin harian sebelum memulai eksekusi pekerjaan adalah dilakukannya safety talk meeting, beberapa perusahaan ada yang menyebutnya tool box meeting, pre-job meeting dll. Semangat/idenya adalah sama, yaitu memberikan informasi dan mengingatkan secara langsung kepada pekerja mengenai pentingnya kesehatan, keselamatan dan lingkungan di area kerja.

Kegiatan ini dilakukan oleh setiap grup/kelompok kerja terkecil yang dipimpin oleh leadernya/mandor/supervisornya. Topik yang dibahas biasanya disesuaikan dengan pekerjaan yang akan dilakukan dalam hubungannya dengan cara penggunaan alat, material, prosedur dan metode kerja. Sebagai misal untuk pekerjaan pengelasan, topik yang dibahas bisa saja mengenai efek fume, PPE spesifik untuk pengelasan,  bahaya kebakaran dll. Lebih enaknya lagi bisa kita bacakan dan diskusikan isi JSA pekerjaan yang akan dieksekusi.

Lalu apa tugasnya seorang HSE dalam kegiatan safety talk???nah ini yang kadang-kadang aplikasinya berbeda-beda. Pada perusahaan yang sudah memiliki safety culture yang tinggi, maka pemimpin dan pengisi topiknya adalah pemimpin pekerjaan dan kadang bergantian dengan anggota timnya, HSE sebagai facilitator saja.  Tapi kalau belum tinggi ya... orang HSE nya deh yang ngisi... tapi tidak apa-apa, harapannya adalah sama, agar pekerja mengetahui bahaya, dan melakukan kontrol saat kerja sesuai dengan diskusi dalam safety talk.

Apa yang perlu kita pikirkan agar safety talk ini efektif?

  1. Kata kunci untuk kegiatan ini adalah membantu pekerja mengenali bahaya dan mengendalikan sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing dalam tim.
  2. Pilihlah topik atau tema safety talk yang sesuai dengan kondisi kerja dan lingkungan.
  3. Lakukan safety talk di lokasi yang sesuai, apakah di kantor, di lokasi kerja atau didekat alat yang digunakan, dengan demikian agar tergambar jelas apa yang sedang didiskusikan oleh semua personil.
  4. Perkenalkan topik bahasan dengan jelas, ajaklah semua anggota tim memahami dengan jelas dan detail mengenai pentingnya topik tersebut.
  5. Gunakan waktu 5-10 menit untuk membahas suatu topik agar peserta tidak bosan dan cukup interaksi dengan semua anggota tim.
  6. Hubungankan antara topik bahasan dengan situasi kerja yang ada.
  7. Jika dimungkinkan lakukan safety talk dengan melakukan peragaan, hal ini untuk menekankan point-point dari pengenalan dan pengendalian bahaya.
  8. Upayakan komunikasi 2 arah, hal ini untuk memastikan tersampaikannya informasi topik yang dibicarakan.

Terakhir, siapkan daftar hadir...untuk semua peserta.

Safety talk ini merupakan salah satu indikator terhadap komitmen dari manajemen tingkat bawah terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Kalau semua leader ditiap grup menjalankan secara teratur dan tepat waktu, ini indikator yang bagus terhadap budaya keselamatan yang ada di lokasi kerja.

Bagaimana ditempat anda?????kita tunggu share dan komentar dari teman-teman


Add comment


Security code
Refresh

Category: