Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Keselamatan Kerja

Written by Admin

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pada aktivitas harian, penggunaan gas bertekanan merupakan bagian dari kegiatan baik diindustri konstruksi, migas maupun manufaktur umum.  Gas-gas tersebut biasanya dipampatkan didalam sebuah tabung pada tekanan tertentu. Gas-gas bertekanan didalam tabung pada industri konstruksi misalnya menggunakan oksigen, asitilin, propane dan argon untuk pemotongan dan pengelasan bahan metal. Industri migas dan kimia menggunakan nitrogen untuk melakukan purging ataupun carbon dioksida.

Gas-gas bertekanan yang industri gunakan biasanya terbagi kedalam beberapa jenis berdasarkan sifatnya, antara lain berupa gas cair, gas murni dan gas terlarut. Gas cair adalah  gas yang dipampatkan dalam tekanan tertentu dan dalam suhu ruangan menjadi cair, pada saat valve di tabung dibuka maka gas menjadai vapor dan berubah bentuk menjadi gas kembali. Contohnya adalah propan dan karbon dioksida. Gas murni adalah gas yang dipampatkan dan tetap berbentuk gas, sebagai misal adalah nitrogen dan argon. Gas terlarut adalah jenis gas yang dilarutkan dalam suatu pelarut karena  sangat reaktif sehingga diperlukan cairan. Salah satu dari jenis gas ini adalah gas asitilin, saat berada di dalam tabung  bertekanan akan diberikan aseton sebagai bahan penyetabil dan terlarut didalamnya.
Apa sajakah bahaya yang terkandung dalam gas bertekanan tersebut?

  1. Gas bertekanan yang keluar karena adanya valve yang rusak/bocor  karena terbentur ataupun pembukaan dengan cara tidak aman ataupun material  tabung yang rusak dapat menyebabkan kecelakaan yang parah. Tekanan yang keluar secara cepat dan tekanan besar dapat saja membuat tabung tersebut terbang dan mengenai pekerja.
  2. Gas bertekanan dengan karakteristik mudah terbakar  seperti asitilin, butan, etilin dan hidrogen dapat menyebabkan kebakaran dan bahkan ledakan.  Beberapa parameter penting untuk mencegah adanya kecelakaan antara lain faktor  sumber  panas/api, suhu penyalaan sendiri  serta konsentrasi gas untuk dapat terbakar. Sumber panas/api dapat saja dari api terbuka atapun yang lain. Suhu penyalaan sendiri adalah temperatur minimal dari daru suatu zat untuk dapat menyala sendiri tanpa adanya api/panas adalah 305 derajat celcius, sebagai contoh asitilin memiliki suhu penyalaan sendiri. Sementara konsentrasi gas mudah terbakar adalah persentase kadar gas didalam udara yang dapat terbakar jika adanya sumber panas/api. Sebagai misal asitilin memiliki rentang LEL-UFL adalah 2-82 persen dari volume.
  3. Gas bertekanan dengan karakterisitik pengoksidasi. Gas tersebut  dapat menyebabkan kandungan oksigen melebihi normal ( diatas 21.9 %, biasa disebut enrichment athmosphere) , dalam kondisi ini gas dapat bereaksi dengan suatu bahan lebih mudah dan cepat terbakar, contoh untuk gas jenis ini adalah flourine.
    Gas bertekanan dengan karakteristik reaktif. Adalah gas yang tidak stabil, bisa saja karena adanya paparan suhu, atapun gerakan mekanis. Sebagai contoh, asitilin merupakan gas yang memiliki karakteristik ini.
    Gas bertekanan yang beracun. Gas bertekanan yang terlepas keudara dan memapari manusia melalui pernapasan, kulit ataupun mata akan memberikan efek, baik efek jangka pendek/akut maupun jangka panjang yang sifatnya akumulatif dan kronis. Efek dari paparan tersebut tergantung kepada dosis yang pekerja terima.
  4. Gas bertekanan berupa inert gas memberikan bahaya kepada manusia, gas tersebut jika terlepas keudara dan di area ruangan yang tidak memiliki ventilasi bagus akan menggantikan udara yang ada disekitarnya. Konsentrasi udara akan menurun  sehingga manusia akan hilang kesadaran bahkan tidak dapat bernapas.  Gas inert ini digunakan diindustri untuk melakukan purging dengan maksud menghilangkan udara dari fasilitas proses, untuk menghindari resiko kebakaran. Purging bisanya dilakukan pada pipa gas, dan vessel, nitrogen, karbon dioksida dan helium merupakan contoh dari inert gas.
  5. Gas bertekanan yang bersifat korosif, gas ini  dapat menyebabkan  rusaknya kuit atu jaringan tubuh serta membuat bahan-bahan metal korosif/berkarat. Jenis bahan-bahan ini antara lain ammonia,  dan hidrogen klorida.

Kesehatan dan keselamatan kerja terhadap gas bertekanan  sangat perlu diperhatikan. mintakan selalu MSDS dari tempat pembelian ataupun manufakturnya untuk mengetahui karakteristik bahaya dan penanganan gas bertekanan yang ada dilokasi kerja..

 


Add comment


Security code
Refresh

Category: