Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Keselamatan Kerja

Written by Admin

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pengangkatan dengan crane  untuk pemasangan struktur gedung, mesin-mesin, flare stack ataupun silo memang melibatkan banyak personil dengan keahlian berbeda-beda, mulai dari rigger, operator crane,  tagline man,

mechanical enginner, fitter dan pekerja non skill untuk pengencangan baut. Dengan banyaknya personil yang terlibat, bentuk material dan beban yang diangkat mulai dari hitungan beban kilo sampai dengan ratusan ton memang menimbulkan banyak bahaya bagi pekerja yang terlibat. Belum lagi dengan tingkat kesulitan dari kondisi kerja, misalnya jarak antara crane dengan titik pemasangan, jarak pandang ( terhalang dengan mesin/bangunan), cuaca dan instalasi listrik yang ada dilokasi kerja.

Pernahkah anda melakukan supervisi ataupun eksekusi pengangkatan material dilokasi dekat dengan jaringan listrik tegang tinggi??? buat teman-teman di lokasi proyek perkotaan ataupun di area produksi, kemungkinan ini akan ada mengingat listrik adalah kebutuhan utama di perkotaan dan sumber energi bagi mesin-mesin produksi. Terbayang deh... bagaimana menyiapkan liftingplan yang dapat mengendalikan semua bahaya yang ada...

  
Dalam artikel...... kita berbagi mengenai nilai ambang batas keselamatan bagi manusia ketika terpapar dengan tegangan listrik. Lalu bagaimana jika manusia terpapar dengan tegangan sebesar 100 KVA????gak mau ngebayangin ah....lebih baik kita mulai merencanakan pencegahannya saja.

Beberapa hal yang perlu kita identifikasi dalam persiapan melakukan pengangkatan/ ringging dalam hubungannya dengan bahaya listrik tegangan tinggi berupa?

  1. berapa jarak terdekat antara full boom crane, putaran crane, sling dan titik pemasangan atau peletakan material.
  2. Berapa teganganyang ada di jaringan listrik.

Apakah jenis material yang diangkat merupakan konduktor ( metal) atau isulator  bagi listrik.


Pada point 1 dan 2, OSHA memberikan panduan jarak minimum antara material atau alat  terdekat yang terdekat ( boom atau hook) disesuaikan dengan besarnya arus listrik listrik yang ada.


Dibandngkan dengan tabel dan rencana pengangkatan, kita dapat menentukan metode pengangkatan terbaik yang dapat dilakukan tanpa melakukan zero energized. Selain jarak, beberapa  catatan dalam lifting plan yang perlu dilakuakan berupa:

  1. waktu pelaksanaan prejob lifting meeting.
  2. Posisi rigger.
  3. Penanda jarak minimum yang tidak boleh dilalui.
  4. Kecepatan angin
  5. Penggunaan tagline yang non konduktif.
  6. Pembatasan jumlah personil yang terlibat dalam pengangkatan.
  7. Area barikade dan sign untuk pembatasan personil minimal 10 feet.
  8. Alat pelindung diri spesifik.


Selain itu, perlu dikaji dalam manual crane, apakah ada desain khusus dari crane untuk mengantisipasi kondisi pengangkatan dekat area tegangan tinggi yang dapat diimplementasikan untuk antisipasi bahaya, sebagai misal apakah adanya isolasi khusus dicrane serta grounding system.

Perencanaan dan pelaksanaan tentunya dilakukan dengan azas ALARP sesuai dengan kondisi lingkungan dan perusahaan. Sukses selalu buat teman-teman dilapangan...



Add comment


Security code
Refresh

Category: