Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Keselamatan Kerja

Written by Admin

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Ketika kita berpergian baik dalam rangka bekerja maupun untuk kepentingan pribadi seperti bermain kerumah teman, mengunjungi mall ataupun yang lainnya tentu akan dengan mudah menjumpai sepeda motor dijalan raya. Sepeda motor memiliki kelebihan dalam ketepatan waktu untuk sampai ketempat tujuan ( terutama di Jabotabek yang sangat-sangat macet) maupun dari segi biaya yang harus dikeluarkan berupa bahan bakar dan pemeliharaan berkala.  Pengendara motor lebih mudah untuk memilih jalan diantara jalanan yang macet serta jarak tempuh bahan bakar perliter yang lebih jauh jika dibandingkan mobil. Dua hal tersebut dapat menjadi pertimbangan orang untuk membeli motor untuk aktivitas sehari-hari.

Semakin hari jumlah sepeda motor semakin banyak, penulis membaca beberapa artikel di website mengenai aspek kesehatan keselamatan kerja dalam hubungannya dengan bersepeda motor. Informasi-informasi penting antara lain:

  1. Kecelakaan lalu lintas mendominasi kasus kecelakaan kerja yang dialami tenaga kerja di Indonesia. Sebanyak 40 persen kasus kecelakaan kerja terjadi di jalan, yakni ketika para pekerja berangkat kerja atau pulang dari tempat bekerja (1)
  2. Data yang didapat dari Jamsostek, angka kecelakaan kerja tahun 2011 lalu mencapai, 99.491 kasus. Jumlah tersebut kian meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sebut saja, tahun 2007 sebanyak 83.714 kasus, tahun 2008 sebanyak 94.736 kasus, tahun 2009 sebanyak 96.314 kasus, dan tahun 2010 sebanyak 98.711 kasus (2) .
    Selain secara kuantitas terjadinya kecelakaan bersepeda motor, beberapa gambaran penyebab dan efek kecelakaan berupa (2):
    • ¾ kecelakaan berhubungan dengan kendaraan lain.
    • Kecelakaan tunggal  akibat kegagalan mengantisipasi pengereman mendadak serta tikungan.
    • Kecelakaan fatal berhubungan dengan luka kepala dan dada.
    • kegagalan pengendara untuk mengenali kendaraan lain sehingga terlambat untuk menghindar dari tabrakan.
    • Persimpangan adalah tempat paling mungkin terjadi kecelakaan.
    • 92 % pengendara yang mengalami kecelakaan mendapatkan keterampilan melalui otodidak,   keluarga atau teman.
    • kegagalan pengendara untuk mengenali kendaraan lain sehingga terlambat untuk menghindar dari tabrakan

Dari  informasi-informasi penting diatas, ternyata kecelakaan kerja diluar lokasi kerja sangat besar yaitu 40%  serta trend kecelakaan bersepeda motorpun meningkat. Efek kecelakaan merugikan baik diri sendiri maupun orang lain ( jika bukan  membawa penumpang ataupun menabrak kendaraan lain), selain itu berapa biaya ekonomi yang dikeluarkan pengobatan, perbaikan kendaraan, serta asuransi....  Wah tentunya bagi kita (orang HSE) program dan kampanye keselamatan berkendaraan terutama bersepeda motor sama pentingnya dengan kampanye kesalamatan kerja dilokasi kerja.

Referensi
1. http://www.jamsostek.co.id/content/news.php?id=2902
2. http://nasional.inilah.com/read/detail/1839600/99-ribu-kasus-kecelakaan-kerja-di-2011
3. http://www.motorcycle-accidents.com/pages/stats.html

Add comment


Security code
Refresh

Category: