Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Keselamatan Kerja

Written by Admin

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

SCBA sebagai salah satu alat pelindung diri ( respirator) digunakan untuk melakukan penyelamatan (rescue) didaerah  mengandung gas berbahaya misalnya di area H2S, confined space, ataupun tim pemadam kebakaran.  Menjadi penting untuk dipastikan bahwa alat-alat tersebut selalu siap pakai kapanpun dibutuhkan.
Melakukan kegiatan inspeksi dan pemeliharaan merupakan salah satu kegiatan untuk memastikan kehandalan SCBA saat

dibutuhkan.  Inspeksi, perbaikan dan kebersihan  SCBA dapat dimasukan dalam program inspeksi dan pemeliharaan.
Inspeksi dilakukan secara visual baik pada mask(faceshield), harness, tabung dan aksesoris lainnya. Prosedur umum melakukan inspeksi antara lain berupa:

  1. Pemeriksaan kondisi harnes, faceshield, selang terhadap tanda-tanda  perubahan sifat kelunakan, retak,  perubahan warna, dan kerusakan.
  2. Pemeriksaan faceshield terhadap retak, dan kejernihan.
  3. Pemeriksaan terhadap setting  regulator, gauge dan valve berdasarkan buku manual pabrikan.
  4. Pemeriksaan terhadap  aktivasi alarm.
  5. Pemeriksaan terhadap tekanan yang ada, kebocoran selang , fitting dan konektornya.   

Perhitungan tekanan/pressure udara di dalam tabung udara dan durasi lama pemakaian (menit) adalah:
Tekanan udara dalam tabung(bar)Xvolume tabung (liter) /40
Dari rumus tersebut dapat diketahui kapasitas maksimal tabung dan berapa aktual yang ada ditabung saat diperiksa. Jika ada kerusakan, segera diamankan untuk tidak digunakan. Perbaikan dilakukan oleh orang yang memang memiliki sertifikat perbaikan dan dari manufaktur alat tersebut.  Jangan dilakukan perbaikan diluar petunjuk pabrikan tersebut ataupun melakukan modifikasi.
Bagaimana aktifitas untuk melakukan kegiatan membersihkan SCBA? Tentunya dilakukan sesuai petunjuk pabrikan SCBA agar sesuai dengan karakteristik material yang dibersihkan. Petunjuk umum pembersihan antara lain:

  1. Lepaslah unit respirator  menjadi beberapa bagian agar mudah di bersihkan dan di periksa.
  2. Cuci komponen yang sudah dilepas dengan air hangat dengan detergen yang ringan ataupun cairan yang direkomendasikan oleh pabrikan.
  3. Cuci sampai bersih.
  4. Cuci  dengan bahan disinfektan. Sebagai misal dengan cairan iodine (kadar iodin 50ppm dalam air) atau bahan yang secara komersial disetujui dan direkomendasikan oleh pabrikan.
  5. Bersihkan sisa-sisa disinfektan.
  6. Keringkan dengan kain atau udara kering.
  7. Rakit kembali komponen-komponen yang sudah dibersihkan dan dikeringkan.
  8. Uji fungsi dari respirator yang telah dirakit

Lakukan kegiatan ini secara berkala agar peralatan selalu siap pakai, hygiene dan masih memiliki pressure yang cukup untuk digunakan saat melakukan rescue.
 

Add comment


Security code
Refresh

Category: