Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Kesehatan Kerja

Written by Admin

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Mesin fotokopi merupakan alat kerja yang biasa ada di tempat kerja, terutama di kantor pusat yang banyak memproduksi dan menangani dokumen-dokumen penting seperti dokumen kontrak/perjanjian, pembelian, laporan keuangan, hasil audit  dll. Dokumen-dokumen tersebut selain yang asli tentunya juga dibutuhkan dalam bentuk hardcopy untuk didistribusikan kepada pekerja-pekerja lain yang membutuhkan.

Nah, kita tidak bisa terlepas dari kebutuhan akan adanya mesin fotokopi apalagi saat ini banyak dikombinaksikan dengan kemampuan printer, fax dan scan. Pernahkah kita memikirkan apakah ada bahaya terhadap keselamatan ataupun kesehatan ketika menggunakan fotokopi?mari kita pilah-pilah mengenai penggunaan mesin ini. Ia menggunakan listrik sebagai sumber energi, menggunakan toner untuk memberi warna(bahan kimia), serta mengeluarkan cahaya saat dioperasikan. Dari ketiga hal tersebut, ternyata mesin fotokopi dapat memberikan resiko  terhadap kesehatan baik berupa iritasi mata, hidung, tenggorokan, dermatitis, sakit kepala, penuaan dini ( ini yang sangat perlu dihindari pekerja yang masih muda ..hahaha), bahkan kanker.

Faktor kesehatan dan keselamatan yang perlu diperhatikan antara lain berupa:
 

  • Sinar ultraviolet. Mesin fotokopi harus benar-benar ditutup saat digunakan. Mesin tersebut mengeluarkan sinar uv saat dioperasikan dan dapat menyebabkan  iritasi pada mata.
  • Kebakaran. Debu-debu kertas dan toner yang menempel di dalam mesin fotokopi dapat menimbulkan kebakaran karena adanya kemungkinan percikan api  yang keluar.
  • Paparan panas dan kimia. Paparan ini dapat terjadi pada saat melakukan perbaikan karena adanya kertas yang macet dimesin. Mesin yang beroperasi mengeluarkan panas sehingga cukup membahayakan. Selain itu saat mengganti, membuka toner pastikan tidak menyetuh bahan kimianya. Segera cuci  tangan setelah memegangnya.
  • Ozon. Gas ini terproduksi saat mesin fotokopi menggunakan energi tegangan tinggi. Gas ini sangat beracun (PEL 0,1 ppm), dimana meningkatkan  resiko terhadap iritasi mata, hidung, dermatitis, dan iritasi paru.
  • Volatile organic compound (VOC). Toner yang terpanasi oleh listrik tegangan tinggi melepaskan bahan kimia  dapat berupa benzene, xylene atau  tricholoethene. bahan kimia ini yang sangat perlu dihindari.
  • Nitrogen dioksida. Dapat terproduksi ketika adanya percikan listrik statis di mesin fotokopi.
  • Selenium dan cadmium sulfida. Beberapa drum fotokopi terisi oleh bahan kimia ini terutama saat kondisi panas ia akan berbubah menjadi gas.
  • Karbon monoksda (CO). Materi ini terbentuk karena adanya toner ( yang berisi carbon black) terpanaskan dan dalam kondisi ventilasi udara ruangan yang tidak memadai.

Faktor-faktor tersebut tentunya bisa kita kendalikan jika kita ketahui bahayanya dan dilakukan pengendallian yang tepat. Pengendalian yang dapat dilakukan berupa:

  • Letakan mesin fotokopi dilokasi dengan ventilasi cukup. Hal ini untuk menurunkan konsentrasi bahan berberbahaya yang ada.
  • Melakukan pemeliharaan berkala. Saat ini  sudah umum mesin fotokopi suatu perusahaan menggunakan sistem sewa. Diskusikan dengan pemiliknya mengenai program pemeliharaan sesuai dengan petunjuk manufakturnya. Dengan program ini tentunya efesiensi alat akan tetap tinggi serta terjaga kebersihan bagian dalam mesin.

Gunakan mesin fotokopi seperlunya. Semakin banyak melakukan fotokopi maka semakin banyak bahan kimia yang keluar. Selain itu juga akan mengirit, listrik, kertas dan toner... save our planet lah...
 
Untuk mengetahui nilai ambang batas tiap bahan kimia diatas, teman-teman bisa lihat di  dilihat di TLV atau PEL untuk mengetahui nilai ambang batasnya.
 
Bagaimana ditempat kerja anda?? Menggunakan juga mesin fotokopi?

Add comment


Security code
Refresh

Category: