Telphone: 0000

Email: admin@indohse.web.id

CB Online

Hygiene Industri

Written by Admin

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Foodborne disease ( definisi WHO adalah adalah penyakit yang menular atau beracun di alam, yang disebabkan oleh agen yang masuk ke tubuh melalui konsumsi makanan) dan produktifitas manusia  tidak bisa dipisahkan, ketika terjangkiti

penyakit tersebut maka waktu berharga untuk menghasilkan produk atau ide-ide kreatif akan terganggu.  Bibit-bibit penyakit seperti     Campylobacter,E. coli O157, Listeria,, Salmonella, Vibrio, Norovirus, Toxoplasma  mudah sekali berada didalam makanan. Kasus-kasus keracunan makanan yang terjadi dan tercatat di WHO menggambarkan bahwa:

  1. Tahun 2005, 1.8 Juta orang didunia meninggal akibat diare, sebagian besar disebabkan oleh kontaminasi dari makanan dan air minum.
  2. Tiap tahun di US 76 juta kasus foodborne disease  menyebabkan 325,000 masuk rumah sakit dan 5000 meninggal.
  3. Tahun 1994 di US, Wabah salmonellosis menjangkiti 224.000  orang yang disebabkan  ice cream yang mengandung salmonellosis.
  4. In 1988,  wabah hepatitis A menjangkiti 300,000 orang di China karena mengkonsumsi kerang yang  yang terkontaminasi.

Banyak sekali bukan? Lalu bagaimana kasus-kasus foodborne disease ditempat kerja?lalu bagaimana efeknya jika terjadi tidak hanya satu orang tetapi jika terjadi dihampir sebagaian besar pekerja disuatu perusahaan? Hal ini tentunya akan sangat mengganggu kinerja perusahaan terutama jika operator alat ataupun supervisi tingkat bawah terjangkit bahkan seandainya harus di evakuasi ke rumah sakit terdekat untuk perawatan.
Pada perusahaan yang menyiapkan makanan baik melalui jasa katering ataupun disiapkan sendiri,  pencegahan foodborne disease  merupakan kunci utama untuk  untuk mendukung kelangsungan kegiatan produksi selain kualitas gizi yang cukup dan rasa.  Pencegahan dapat dimulai melalui pengendalian hygienitas rantai makanan, penyimpanan, pengolahan dan penyajian.

  1. Rantai makanan, pengendalian dilakukan mulai dari sumbernya (petani, rumah potong hewan, distribusi sampai kepada pembelian untuk persiapan stok catering ataupun perusahaan).
  2. Penyimpanan, pengendalian yang dilakukan setalah proses pembelian. Bagaimana proses penyimpanan bahan baku baik itu sayur, buah, daging, telur dan produk-produk turunannya. Tata letak penyimpanan, suhu yang digunakan menyimpan, serta penentuan aliran stok yang digunakan berdasarkan kemampuan bahan makanan tersebut untuk tetap segar dan layak diolah.
  3. Pengolahan. Pengendalian yang dilakukan saat melakukan pengolahan makanan seperti pemisahaan penggunaan alat kerja antara bahan makanan mentah dan matang, daging dan non daging, suhu pemasakan, penanganan kondisi lingkungan kerja ( misalnya: sampah dan tempat cuci tangan)

Penyajian, berapa lama makanan atau minuman dapat disajikan untuk jangka waktu lama, penyimpanan maksimum yang dapat dilakukan untuk makanan yang sisa.

Selain beberapa poin-poin diatas, faktor personal hygiene para pekerja yang menyiapkan makanan juga merupakan kunci untuk mencegah terjadinya penularan penyakit  dari manusia kemanusia  dengan media makanan.

Add comment


Security code
Refresh

Category: